Berisi informasi tentang kesehatan, kehidupan sehari-hari, adventure, wisata, komputer, android, blackberry, internet, tips bloging, seo

Pendakian Gunung Prau 2.565 mdpl - Dieng

Jalur resmi pendakian Gn. Prau ada 8 jalur resmi yang sudah tergabung dalam sebuah paguyuban basecamp Gunung Prau. 8 Basecamp tersebut adalah: Patakbanteng, Dieng, Kalilembu, Dwarawati, Pranten, Wates, Campurejo, Kenjuran. Selain ke delapan basecamp tersebut bukan merupakan jalur rekomendasi pendakian karena masih belum memenuhi syarat keamanan serta belum mengajukan pemberitahuan pada Perhutani untuk digunakan sebagai jalur pendakian. 

Selain itu juga akan berpengaruh pada pendaki karena belum adanya tiket resmi yang tentunya akan merugikan pendaki apabila terkena razia Ranger Gn. Prau di Kawasan Gn. Prau. Dataran Tinggi Dieng atau Desa Patak Banteng merupakan jalur yang rame karena sering dilalui oleh para pendaki. Perjalanan melalui jalur ini relatif lebih singkat, yaitu hanya sekitar 2-3 Jam perjalanan. 

Gunung Prau - Pemandangan Pegunungan Yang Mempesona

Gunung Prau merupakan salah satu spot pendakian yang sedang ramai dikunjungi oleh para pendaki, entah itu para pendaki profesional maupun yang baru pertama kali mendaki, karena keindahan pemandangan pegunungan yang mempesona.

Dengan ketinggian hanya 2.565 mdpl, gunung Prau termasuk gunung yang pendek, jadi cukup bagus untuk para pendaki pemula atau yang baru pertama kali melakukan pendakian mencoba track di gunung ini. Gunung Prau terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Gunung Prau bisa ditempuh dengan beberapa Alternatif Jalur Pendakian yang cukup menantang.
Dan perjalanan saya ke gunung Prau itu pun dimulai dan tanpa direncanakan. Pada waktu malam Minggu dan kebetulan sedang tidak ada acara. Teman saya, Rifqi dan Priyo mengajak saya ke Gunung Prau tersebut. Karena penasaran dengan keindahan di Gunung Prau , saya menyanggupi untuk ikut dan tanpa persiapan.

Dan saya pikir, karena sering mendaki gunung yang lebih tinggi dari gunung Prau yang hanya 2.565 mdpl, jadi saya cuma membawa daypack, itupun perbekalan logistik mampir beli di Alfamart dulu. Rifqi juga cuma membawa daypack dan Priyo membawa carrier 60 liter dengan berisi logistik, peralatan kamera untuk dokumentasi dan alat masak. Kami tidak membawa tenda dome, karena kehabisan di rentalan alat adventure. Jadi kami berangkat dari kota kelahiran yaitu Purbalingga sekitar pukul 19.00 WIB, sampai di Wonosobo pukul 21.00 WIB. Kami istirahat dulu di alun, makan dan foto-foto. :)


Alun-alun Wonosobo


Dan pukul 23.00 WIB, melanjutkan perjalanan ke Desa Patak Banteng di dataran tinggi Dieng, karena kami akan melalui jalur tersebut. Sampai di basecamp pendakian di Desa Patak Banteng, kami istirahat dan ngopi-ngopi. Karena niat kami bertiga tidak ngecamp dan cuma ingin melihat sunrise atau matahari terbit di atas puncak, kami mulai mendaki pukul 02.00 WIB dinihari. Jadi sampai puncak pas Subuh dan tinggal nunggu sunrise muncul.

Jalur Pendakian Gunung Prau


Puncak Gunung Prau

Dengan pendakian sekitar 2 jam, kami bertiga sampai di puncak Gunung Prau. Dengan dataran yang lebar dan saat kami tiba disana sudah banyak berdiri tendan-tenda dome dari pendaki yang lain. Saat itu Hari Libur Nasional pada hari Jum'at, jadi saat Sabtu-Minggu jelas sekali banyak yang mendaki. Kami bertiga cuma duduk di atas matras yang dibawa, di antara kerumunan dome yang sudah berdiri sambil membuat minuman hangat.

Saya pikir kami lebih beruntung dan bersyukur karena dapat melihat langsung langit yang banyak sekali bertaburan lautan bintang dengan cahaya dari dalam dome yang banyak. daripada mereka yang hanya tidur di dalamnya. Rasa lelah dan suhu yang dingin langsung hilang dengan melihat pemandangan dari Yang Maha Kuasa begitu indah.
Tak kalah indahnya saat matahari akan muncul menyinari bumi, mulai terlihat warna jingga di garis cakrawala.



Bukit Teletubies
Bukit ini dinamakan bukit teletubies karena bentuk dari bukit ini mirip dengan settingan acara televisi anak-anak berjudul Teletubies, warna rumput hijau segar pada gundukan bukit bukit membuat siapa saja yang melihatnya berasa ingin berlarian berguling-guling di atasnya.



Taman Bunga Daisy
Permadani Hijau dengan dihiasi manik-manik Bunga Daisy akan memanjakan arah pandang siapa saja jika mendaki Gunung Prau pada musim kemarau, dimana musim bunga Daisy yang tumbuh banyak di Gunung Prau mulai bermekaran.


Matahari sudah mulai meninggi dan sudah terasa hangat, kami pun mulai turun. Sudah saya perkirakan dengan pendakian sebanyak itu, saat perjalanan turun secara serentak pasti akan penuh dan sangat panjang antriannya.



Di lanskap pemandangan di Gunung Prau yang memanjang, Memanjakan mata dan menikmati keindahan alam pegunungan yang hijau, berhias awan-awan menggantung di atas langit yang bersih, pemandangan pedesaan yang tampak kecil dan jauh dibawahnya. Membuat kita berpikir betapa besar ciptaan Allah SWT, dan betapa sangat kecil sekali kita di hadapan-Nya. Semoga dari tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan tunggu cerita selanjutnya yang lebih seru dan informatif.